Oleh: Asmarniati, S.Pd.I
Hari ini begitu cepat jam berputar. Kami sudah diperingatkan untuk datang kesekolah lebih cepat dari biasannya.
“Aya..!! udah berangkat kesekolah jam segini?”tanya nenek yang biasanya sering kutemui saat menuju ke sekolah.
Orang-orang biasa memanggil ku seperti itu walau sebenarnya nama kecil itu tidak ada sangkut pautnya dengan nama panjangku. Namaku Miziyya, tapi karena lidah adikku yang cadel , dia biasa memanggilku aya sebagai ganti ziyya yang tidak bisa dia ucapkan dengan benar. Walau akuntidak suka tapi sudah jadi nama kecil ku yang dikenal banyak orang.
“Ya nek, hari ini ada acara di sekolah” jawabku sambil mempercepat langkah seperti orang yang dikejar.
Umbul-umbul warna warni memenuhi sisi kiri kanan jalan kecil menuju sekolah kami. Ditambah meriah dengan spanduk selamat datang untuk tamu yang akan berkunjung ke sekolah kami “Ahh…jangan sampe telat” kataku membatin.
Suara bel masuk terdengar meraung raung terdengar seantero sekolah seperti terompet pemanggil siswa yang masih berada di luar dari kelas masing masing.
Guru dengan sigap masuk ke kelas kelas sambil menenteng bundelan kertas dan buku- buku.
Terdengar pengumuman agar tidak ada siswa yang berkeliaran di kantin, toilet maupun di parkiran. Suara gema doa belajar saling bersahutan dari setiap kelas.
Hari ini sangat berkesan bagiku karna hari itulah aku melihat dengan mata kepala ku sendiri orang yang sering disebut sebut oleh bapak guru Bahasa Inggris kami pak .Azhar.
Saat pak azhar sedang menjelaskan , Dari luar kelas terdengar suara langkah yang ramai, dengan sambut riuh suara pak kepala sekolah kami yang suaranya menggelegar dengan khas gaya bataknya.
Tiba tiba rombongan itu berhenti di depan kelas kami, dan masuk sambil memberikan aba aba kepada pak guru yang ada di ruangan..aku masih ingat jelas wajah teman sekelas ku yang tercengang dan terpaku sambil senyum senyum kecil menatap orang yang tinnginya hampir setinggi pintu kelas, hidung mancung dan berkulit putih.
“Hi, everyone…” hanya kata itu yang terdengar jelas di telinga kami.dan yang berikutkan hanya terdengar “blalbalabla….. “Seperti mendengar radio yang pita kasetnya macet.kami mencoba memahami hingga alis menyatu satu sama lain. Entah seperti apa yang dipikirkan tamu itu melihat kami yang seperti di awang awang. Tiba-tiba sontak terdengar “ hihihi…….” Tawa serentak bagai grup obade upacara hari senin yang membuat mata pak Azhar melotot kearah kami. Kami seisi kelas nya akhirnya sadar dan diam. Ternyata orang yang berkunjung kesekolah kami adalah seorang bule inggris betulan. Pak bule yang dibantu guru Bahasa Inggris kami sebagai penerjemah mengelilingi kelas sambil bertanya dengan ramah kepada setiap siswa , yang ditanya hanya bisa geleng geleng dan mengangguk sambil tersenyum malu.
Hari berikutnya, Seperti biasa , aku kesekolah bersama teman satu sekolah yang rumahnya berdekatkatan denga rumahku. Tapi mulai berangkat dari rumah, otakku sudah mulai mumet karna hari ini ada pelajaran Bahasa inggris lagi, yang membuat otakku susah diajak berdamai, dan satu hal lagi , tidak boleh telat kalau tidak mau di hukum sama pak Azhar . Aku tak suka bahasa inggris bukan karena gurunya tapi kenapa Bahasa inggris harus dipelajari, aku belum menemukan alasan yang tepat agar benar benar menyukai pelajaran itu. Sudahlah susah diucapkan, lain yang ditulis lain pula yang di baca. Ah…bikin pusing.tapi setelah bertemu pak bule kemarin, rasa penasaran ku terhadap Bahasa itu mulai muncul.
“eueueuue……” bunyi bel tanda masuk sudah berbunyi. “ Alhamdulillah, sampe juga “ helaku saat berada didepan pintu kelas. Setelah duduk tenang, aku bertanya kepada teman sebangku , yani namanya “ yan,,udah hapal belum,10 kosakata yang diminta sama pak Azhar minggu yang lalu?”. Sambil memasang muka pasrah.
“ hem,,,gimana ya,, jawab gak ya…” kata yani sambil tersenyum usil.
“YA..…inget ya, nanti PR Matematika gak aku bagiin baru tau rasa” kataku membalas dengan agak ketus.
“ NO..NO..NO….aku jawab deh. Aku udah bisa sih tapi 10 kata di minggu sebelumnya udah pada bubar diotak..” jawab yani sambil tertawa. Kebiasaan pak azhar adalah menyetor hapalan 10 kosa di setiap petemuan kelas Bahasa inggris, 10 kata minggu ini akan diulang lagi hapalannnya dan ditambah 10 kata baru berikutnya, kalua lupa, bersiaplah kena cubitan sejumlah kata yang sudah lupa.
Setelah mendangar jawaban yani, kami tertawa sambil membayang kan wajah pak Azhar yang garang dan cubitan nya yang membuat ketar ketir siapun siswa yang tidak menghapal kata-kata Bahasa Inggris yang sudah di list kan di setiap pertemuaan pembelajaran.
“ Assalamualaikum students…” sapaan khas nya menggema keseluruh ruang kelas. Hatiku mulai dag dig dug kencang..” Ya Allah….bantu aku” ucapku pelan.
Setelah membuka pembelajaran, pak Azhar mulai mengabsen satu persatu dan maju kedepan kelas untuk menyetor hafalan kosa kata Bahasa inggris.
“aww, pak ampun pak,,, minggu depan saya hapal lebih” sambil cengengesan dan kesakitan karena cubitan .
“ selalu alasan yang sama, mana bisa kalau tidak tidak mau berusaha “ kata pak Azhar dengan suara yang menggelegar
“ Miziyya…..”sayup kudengar pak Azhar memnggil namaku. DEG…Aku maju ke depan kelas dan mulai komat kamit menyetor hafalan dengan lancar tiba-tiba, suara perutku yang keroncongan karna tidak sempat sarapan membuyarkan kata yang sudah ku hapal, tanpa sadar mataku mulai berkaca-kaca sambil menatap guruku yang tersenyum tipis. “ kenapa? Lupa? Tadi pagi baru ngafal ya? Katanya sambil menatapku dengan tatapan tajam.
“ gak pak, udah dari kemaren, Cuma tiba-tiba lupa!” jawabku dengan suara bergetar.
“ hitung, satu, dua, tiga…” sambil mencubit lengan ku . “ besok besok jangan lupa lagi”. “ ya pak” jawabku sambil menunduk.
“ Ulangi, bapak gak dengar..” balas nya.
“YES sir” jawabku kecang. Di sambut riuh suara gelak tawa temanku yang lain. “sungguh terlalu!!”batinku sambil menatap teman temanku yang yang tertawa jail.
Setelah semua siswa di absen satu persatu. Pak Azhar memberikan kata-kata yang sangat melekat dihatiku sampai sekarang. “ kenapa kalian malas belajar Bahasa Inggris?” selalu ada alasan , gak bisa baca pak, udah hafal lupa pak! Susah di ucapkan pak.! Apa ada alasan lain?.
“ jadi kafir pak!” jawab wandri sekenanya , diikuti tawa seluruh kelas.
“hemmm…mantap jawabannya dri. Tapi jawab satu pertanyaan bapak. “ sejak kapan Bahasa punya agama? Kalua mau jadi kafir gak usah membayangkan jauh-jauh nak , saat kamu sangat yakin obatlah yang bisa menyembuhkan orang sakit, saat itu kamu bisa jadi kafir.” Jawab pak Azhar dengan bijak.
“Jangan kamu jadikan alasan menjadi kafir belajar Bahasa ini untuk menutupi kemalasan kamu” lanjut pak Azhar dengan tegas.
“ kita tidak pernah tau nasib, mungkin sekarang kamu mengangap Bahasa Inggris ini gak penting,tapi bisa jadi ada masanya nanti ia akan berguna untuk kamu”. “ tak penting kamu salah dalam belajar yang utama itu adalah kamu berusaha untuk bisa. Biar Allah yng memutuskan hasilnya” tambahnya lagi.
“ tidak ada larangan untuk belajar Bahasa apapun dalam agama kita, selagi digunakan untuk kebaikan” kata penutup dari pak Azhar
Aku terdiam sambil merenung, KLIK….seperti ada yang menancap di hatiku,benar juga, selama ini aku juga berfikir, ngapain susah-susah ngapalin dan belajar Bahasa inggris, kan bahasanya orang kafir. Itu pikiranku sebelumnya. Pulang dari sekolah semangat ku menyala-nyala seperti api obor PON ,,,whush….SEMANGAT!!!!!
“Bismillah,, Aku harus bisa, aku harus bisa” sambil komat kamit di dalam hati.Mulai saat itu , akum mulai pelan-pelan jatuh hati untuk belajar Bahasa asing itu.Terkadang , kalau tugas rumah sudah selasai, aku langsung masuk kamar dan berdiri di depan cermin sambil komat kamit Bahasa Inggris.
tak jarang adikku meledeki kalau aku seperti bule kesasar di pasar, ngomong sendiri gak jelas…tapi aku cuekin saja.
Menjadi guru bukan cita-citaku tapi Tuhan membawaku untuk mencapai apa yang selalu aku ucapakan ketika di tanya guruku dulu,” kamu mau jadi apa kalau sudah besar? cita-citamu ingin jadi apa nati?” jadi orang yang bermanfaat buat orang lain buk/pak!. Itu yang selalu menjadi jawabanku
Tahun berganti tahun, akhirnya aku merasa kan menjadi di posisi guruku dulu . menghadapi berbagai karakter siswa. ada yang yang merasa suka, ada yang selalu mencari alasan untuk tidak belajar.ada yang sering nongkrong di kantin walau sering ngutang , macam macam pokoknya. Dan aku berusaha mencari ide-ide agar mereka minimalnya tidak membeci Bahasa asing yang diajarkan di sekolah.
. Ada manisnya ada pahitnya.After all….menjadi seseorang apapun itu bukanlah suatu kebetulan. Jadi kunikmati hari-hari dengan siswaku berharap ada kata kata kebaikan yang keluar dari mulut ku yang akan mengubah mereka suatu saat nanti menjadi orang yang bisa dibanggakan dan punya prilaku yang baik.
