
Lhoksukon Humas MAN 2 Aceh Utara
Tidak ada jarak antara jabatan dan proses belajar ketika Al-Qur’an menjadi titik temu. Pemandangan itu terlihat di ruang Tata Usaha MAN 2 Aceh Utara, Jumat (18/9/2026), ketika Kepala MAN 2 Aceh Utara, Nurmadiah, M.Pd, yang akrab disapa Nurma, duduk bersama para pegawai wanita (akhwat) mengikuti Tahsin Al-Qur’an.
Hari itu menjadi momen perdana bagi Nurma mengikuti tahsin Al-Qur’an bersama para pegawainya sejak dipercaya memimpin MAN 2 Aceh Utara.
Di ruangan tersebut, suasana kepemimpinan berubah menjadi suasana belajar. Tidak ada sekat antara kepala madrasah dan staf. Nurma membuka Al-Qur’an, menyimak, membaca, dan mengikuti proses pembelajaran bersama para pegawai lainnya.

Kegiatan tahsin ini dibimbing langsung oleh Ustazah Yusniar, S.Pd, guru mata pelajaran Bahasa Inggris MAN 2 Aceh Utara yang juga menjadi pembimbing tahsin Al-Qur’an.
Keikutsertaan Nurma dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang sebuah keteladanan: seorang pemimpin tidak harus selalu menjadi orang yang mengajari, tetapi juga harus berani menjadi orang yang belajar.
Bahkan, Nurma tidak segan belajar membaca Al-Qur’an bersama stafnya dan dibimbing oleh guru yang berada di madrasah yang ia pimpin.
Menurut Nurma, jabatan tidak boleh menjadi penghalang seseorang untuk terus belajar.
«“Saya sangat bersyukur bisa ikut belajar tahsin bersama para pegawai. Bagi saya, belajar Al-Qur’an tidak mengenal jabatan. Saya kepala madrasah, tetapi saya juga seorang pembelajar yang masih perlu terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” tutur Nurma.»
Ia berharap kegiatan tahsin dapat menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan MAN 2 Aceh Utara.
«“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang terus kita jaga. Mudah-mudahan semakin banyak warga madrasah yang mencintai Al-Qur’an dan berusaha memperbaiki bacaannya,” tambahnya.»
Bagi Nurma, belajar langsung bersama para pegawai juga memiliki makna tersendiri. Kebersamaan tersebut bukan hanya memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan madrasah.

Sementara itu, Ustazah Yusniar, S.Pd memberikan bimbingan tahsin dengan suasana yang akrab. Para peserta diarahkan untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah, sehingga kegiatan berlangsung sebagai proses belajar bersama.
Momen tersebut menjadi catatan tersendiri bagi keluarga besar MAN 2 Aceh Utara. Sebab, dari sebuah ruang Tata Usaha yang sederhana, lahir pesan kepemimpinan yang kuat: belajar tidak mengenal jabatan, dan Al-Qur’an menyatukan siapa pun yang ingin mendekat kepadanya.
Jumat itu, Nurma bukan hanya hadir sebagai kepala madrasah. Ia hadir sebagai seorang pembelajar Al-Qur’an, duduk bersama stafnya, menerima bimbingan dari gurunya, dan menunjukkan bahwa keteladanan terkadang hadir melalui hal yang sangat sederhana: mau duduk, membuka Al-Qur’an, dan belajar bersama.
