
Lhoksukon Humas MAN 2 Aceh Utara
Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani, MAN 2 Aceh Utara menggelar Penandatanganan Fakta Integritas Komitmen Bersama Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tahun 2025. Kegiatan berlangsung khidmat pada Kamis, 26 Juni 2025 di Aula MAN 2 Aceh Utara.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 1017 Tahun 2025, MAN 2 Aceh Utara resmi ditetapkan sebagai salah satu madrasah pilot project pembangunan Zona Integritas menuju WBK-WBBM.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag, M.Si yang turut memberikan arahan dan bimbingan. Turut mendampingi, Kasubbag Tata Usaha H. Sabaruddin, S.Ag, M.Sos, Kasi Penmad Drs. Munzir, M.Pd, Kasi Bimas Syukri, S.Ag, Kasi PAIS Faisal, S.Ag, M.Pd, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Shaifuddin Fuadi, S.Ag, MA, serta Analis Kepegawaian Amiruddin, S.Pd, seluruh Pegawai madrasah dan perwakilan siswa/i MAN 2 Aceh Utara.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Pengawas Pembina MAN 2 Aceh Utara Saidin, S.Pd, Ketua Komite Iskandar, S.Kom, M.SM, tokoh agama Tgk. H. Hamdani Ajalil, MA, serta tokoh masyarakat Tgk. Jamaludin Ismail dan Tgk. Mulyadi A. Karim.

Sambutan Kepala MAN 2 Aceh Utara diwakili oleh Kepala Tata Usaha yang juga Ketua Panitia ZI WBK-WBBM, Iriani, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan harapan besar kepada seluruh stakeholder, baik internal madrasah maupun eksternal, agar dapat memberikan dukungan maksimal demi keberhasilan MAN 2 Aceh Utara dalam meraih predikat Zona Integritas WBK-WBBM. “Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar cita-cita ini bisa terwujud. Semoga MAN 2 Aceh Utara mampu menjadi madrasah percontohan yang benar-benar berintegritas,” ujar beliau.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag, M.Si dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya MAN 2 Aceh Utara sebagai pilot project. Beliau menegaskan bahwa pencapaian WBK-WBBM bukan sekadar simbolik, tetapi harus tercermin nyata dalam peningkatan kualitas layanan dan tata kelola lembaga yang bebas dari korupsi dan praktik-praktik negatif lainnya.

Plt. Kepala MAN 2 Aceh Utara, Sulaiman, S.Pd, M.Pd dalam keterangannya menyampaikan pentingnya komitmen seluruh pegawai dan unsur madrasah dalam mewujudkan integritas dan budaya kerja yang profesional serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, MAN 2 Aceh Utara meneguhkan langkah awal menuju transformasi pelayanan pendidikan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepuasan publik.
