
Lhoksukon Humas MAN 2 Aceh Utara
MAN 2 Aceh Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap siswa yang membutuhkan melalui program Gerakan ASN Peduli Siswa (GAPS). Pada Selasa, 12 Agustus 2025. Penyerahan bantuan berupa sembako, perlengkapan sekolah seperti pakaian seragam, alat tulis, Tas, kaos kaki, uang jajan, kitab, al Qur’an, perlengkapan shalat dan perlengkapan masak diserahkan kepada siswa yatim/piatu dan fakir miskin yang terancam putus sekolah dan pendidikan agama (mengaji). Saat ini siswa tersebut telah di antarkan ke Dayah Irsyadul ‘Ibad al Aziziyah pimpinan Waled Mulyadi A. Karim untuk mondok disana. Dayah ini merupakan salah satu dayah yang melakukan kerjasama dengan MAN 2 Aceh Utara dalam membina siswa di bidang keagamaan.
Bantuan kepada siswa/i diserahkan langsung oleh Plt. Kepala MAN 2 Aceh Utara Sulaiman, S.Pd, M.Pd, didampingi oleh wakil kepala madrasah yang membidangi kesiswaan hasanul basri, S. Pd, waka sarpras Erlinda, S.Ag, guru Bimbingan konseling Danna Aulia Riski, S. PSi dan Al ‘Aina Miftahul Jannah, S. Sos. Ikut hadir juga Kepala Tata Usaha yang juga Ketua GAPS, Iriani, M.Ag.
Dalam keterangannya, Iriani menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan merupakan sumbangan sukarela dari ASN MAN 2 Aceh Utara. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap siswa yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, agar mereka tetap semangat menuntut ilmu,” ungkap Iriani.

Muliana salah satu siswa yatim kelas XII yang terancam putus sekolah mengaku bahwa ia bersama adeknya Muliani dijemput oleh Guru BK bersama kepala Urusan Tata Usaha dan salah satu Alumni MAN 2 Aceh Utara ke rumahnya di Batu IV kecamatan Lhoksukon pada hari Minggu sore tanggal 3 Agustus 2025. Setiba dirumah “mereka menjumpai mamak dan kakak saya menanyakan perihal kehidupan kami”. Dengan keadaan kami yang sangat sederhana kami menjelaskan “semenjak ayah meninggal dunia, kami tinggal bersama mamak yang sedang sakit-sakitan (tidak sanggup mencari rezeki) sehingga saya dan adik harus berhenti sekolah”, adek saya Muliani sudah tidak Sekolah selama 1 tahun karena keterbatasan biaya jelas muliana.
Di kesempatan yang lain Iriani menjelaskan bahwa keadaan muliana diketahui pihak madrasah setelah ia meminta izin ke tata usaha untuk tidak Sekolah lagi dengan alasan tidak ada biaya. Keluhan siswa tersebut disampaikannya dalam rapat pimpinan yang dihadiri para wakil kepala madrasah dan juga guru BK, akhirnya pihak madrasah menugaskan iriani dan guru BK untuk menangani permasalahan ini. Berdasarkan hasil musyawarah pimpinan madarasah maka dibentuklah program yang diberinama Gerakan ASN Peduli Siswa (GAPS). Setiap ASN diharapkan dapat memberikan perhatian penuh kepada siswa terlebih bagi siswa yang terancam putus sekolah karena keadaan sosial ekonomi yang terbatas.
Sampai berita ini dikeluarkan GAPS telah menangani 7 siswa yang terdiri dari 3 siswa yatim, 1 siswa piatu dan 3 siswa fakir miskin, ke semua nya sudah mondok di Dayah Irsyadul ‘ibad al Aziziyah yang berjarak lebih kurang 100 meter dari madrasah. Selama masa pendidikan ke 7 siswa tersebut di bantu oleh ASN MAN 2 Aceh Utara memulai program GAPS.

Plt. Kepala MAN 2 Aceh Utara, Sulaiman, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang telah menjadi donatur. “Terima kasih kepada seluruh ASN MAN 2 Aceh Utara yang telah berkontribusi. Untuk anak-anak kami, teruslah menempuh pendidikan, jangan menyerah, karena masa depan yang cerah menanti kalian,” pesannya.
Salah satu siswa penerima bantuan Muhammad Fadhil menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN MAN 2 Aceh Utara yang telah peduli dan membantu. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu guru,” ucapnya haru.
Program GAPS di MAN 2 Aceh Utara diharapkan dapat menjadi semangat bersama untuk membantu siswa yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi anak didik yang harus berhenti sekolah karena kendala ekonomi harapnya.
