
Lhoksukon Humas MAN 2 Aceh Utara
Sebanyak 19 murid MAN 2 Aceh Utara resmi dilantik menjadi anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) MAN 2 Aceh Utara, Sabtu (19/9/2026). Pelantikan berlangsung di halaman madrasah dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Aceh Utara, Nurmadiah, M.Pd, yang baru mengemban amanah sebagai kepala madrasah sejak 2 September 2026. Momentum ini menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat pembinaan kegiatan ekstrakurikuler sekaligus pembentukan karakter peserta didik di lingkungan MAN 2 Aceh Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Pramuka Mauliza, S.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Zulfadli, M.Pd., serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Sulaiman, M.Pd.

*Pelantikan Bukan Sekadar Seremonial*
Dalam arahannya, Nurmadiah menegaskan bahwa menjadi anggota Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam, mengikuti kegiatan di alam terbuka, atau menjalankan berbagai aktivitas kepramukaan.
Menurutnya, Pramuka merupakan ruang pendidikan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian, kerja sama dan kemampuan mengambil keputusan.
*«“Hari ini kalian bukan hanya dilantik menjadi anggota Pramuka. Kalian sedang menerima amanah untuk belajar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri dan mampu memberi manfaat bagi orang lain,” pesan Nurmadiah kepada 19 anggota Pramuka yang baru dilantik.»*
Ia berharap para anggota baru mampu menjadikan nilai-nilai kepramukaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Jangan jadikan Pramuka hanya sebagai kegiatan tambahan. Jadikan Pramuka sebagai tempat membentuk karakter dan menempa diri. Karena madrasah tidak hanya ingin melahirkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepemimpinan dan kepedulian sosial,” lanjutnya.

*Peusijuek: Doa, Restu dan Identitas Budaya Aceh*
Ada sesuatu yang membuat pelantikan kali ini terasa lebih dekat dengan akar budaya masyarakat Aceh. Setelah prosesi pelantikan, Waka Humas MAN 2 Aceh Utara, Sulaiman, M.Pd., melakukan peusijuek terhadap 19 anggota Pramuka yang baru dilantik.
Peusijuek bukan sekadar ritual seremonial. Dalam kehidupan masyarakat Aceh, peusijuek merupakan tradisi yang sarat dengan makna doa, harapan, keberkahan, keselamatan dan restu.
Tradisi ini lazim dilakukan pada berbagai momentum penting dalam kehidupan masyarakat Aceh, seperti pernikahan, keberangkatan menunaikan ibadah haji, memasuki rumah baru, keberhasilan tertentu, hingga berbagai peristiwa yang dianggap membutuhkan doa dan harapan baik.
Dalam konteks pelantikan anggota Pramuka, peusijuek menjadi simbol bahwa langkah baru para anggota Pramuka tersebut tidak hanya disaksikan secara formal, tetapi juga diiringi doa dan harapan agar mereka mendapatkan keberkahan, keselamatan, keteguhan hati serta mampu menjalankan amanah dengan baik.
Sentuhan budaya lokal ini juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter di madrasah dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal Aceh.
*Ketika Pramuka dan Kearifan Lokal Bertemu*
Bagi MAN 2 Aceh Utara, memadukan pelantikan Pramuka dengan peusijuek memiliki pesan pendidikan yang kuat.
Pramuka mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, keberanian, kemandirian dan pengabdian. Sementara peusijuek menghadirkan dimensi doa, kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi dan harapan baik.
Pertemuan keduanya menjadi gambaran bahwa pendidikan karakter tidak harus tercerabut dari budaya masyarakat tempat peserta didik tumbuh.
Nurmadiah menyampaikan bahwa generasi muda Aceh perlu mengenal dan memahami budaya daerahnya tanpa kehilangan semangat untuk berkembang dan beradaptasi dengan zaman.
*«“Kita ingin anak-anak kita menjadi generasi yang maju, tetapi tidak tercerabut dari akar budayanya. Mereka harus mampu berjalan mengikuti perkembangan zaman, namun tetap mengenal nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat Aceh,” ungkapnya.»*
Ia juga mengingatkan agar tradisi yang diwariskan masyarakat tetap dipahami secara bijak sebagai bagian dari kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai sosial dan doa kebaikan.

*19 Anggota, Satu Amanah*
Dengan dilantiknya 19 anggota baru, Gudep MAN 2 Aceh Utara diharapkan semakin aktif menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, berkarakter dan memiliki jiwa pengabdian.
Pelantikan tersebut akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya jumlah anggota Pramuka. Lebih jauh, ia menjadi titik awal sebuah perjalanan—perjalanan untuk belajar memimpin, belajar bertanggung jawab, belajar bekerja sama dan belajar menjadi pribadi yang berguna bagi sesama.
*Dari halaman madrasah, 19 anggota baru itu memulai langkahnya.*
Bukan sekadar memakai seragam Pramuka, tetapi belajar menjadi manusia yang siap mengabdi.
