Kamis, 17-09-2026
  • Selamat datang di situs resmi MAN 2 Aceh Utara. Pastikan alamat resmi kami adalah: man2acehutara.sch.id

JEJAK IMAN DI ALAM TERBUKA: Sebelum Menjelajah, Pramuka MAN 2 Aceh Utara Awali Langkah dengan Tadarus Al-Qur’an

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Berita / Kegiatan / Pengumuman

Lhoksukon Humas MAN 2 Aceh Utara

Alam terbuka menjadi ruang belajar yang luas bagi murid untuk mengenal kehidupan, melatih kemandirian, membangun kekompakan, sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT. Namun bagi murid Pramuka Gugus Depan (Gudep) MAN 2 Aceh Utara, perjalanan menjelajah alam tidak hanya dimulai dengan menyiapkan perlengkapan dan kekuatan fisik.

Perjalanan itu diawali dengan Al-Qur’an.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebelum melaksanakan kegiatan hiking atau jelajah alam, murid Pramuka Gudep MAN 2 Aceh Utara terlebih dahulu melaksanakan tadarus Al-Qur’an bersama di halaman madrasah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Madrasah LIMIT (Lima Belas Menit Bersama Al-Qur’an) yang menjadi salah satu pembiasaan religius di MAN 2 Aceh Utara.

Suasana pagi di halaman madrasah terasa berbeda. Di tengah persiapan untuk melakukan perjalanan, para murid terlebih dahulu meluangkan waktu untuk membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, seorang pelajar madrasah tetap harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Jelajah alam boleh membawa kita semakin jauh, tetapi jangan sampai langkah kita jauh dari Al-Qur’an. Sebelum mengenal luasnya alam ciptaan Allah, mari kita terlebih dahulu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” demikian pesan yang mengiringi kegiatan tadarus tersebut.

Program LIMIT sendiri tidak sekadar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kebiasaan positif dan karakter religius murid. Membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk menanamkan nilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kedekatan dengan Allah SWT dan akhlak yang baik.

Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan dan kepedulian antaranggota Pramuka. Murid belajar bahwa dalam sebuah perjalanan, tidak ada yang berjalan sendiri. Ada kebersamaan, saling membantu, berbagi, dan menjaga satu sama lain.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum keberangkatan. Doa dipimpin oleh Pembina Pramuka MAN 2 Aceh Utara, Mauliza, S.Pd, bersama Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Aceh Utara, Iriani, M.Ag. Kegiatan turut didampingi oleh para Purna Pramuka, yaitu Muhammad Reza Saputra, Rahmatilla, dan Muhammad Syauqil Irfani.

Doa bersama menjadi simbol penyerahan seluruh ikhtiar kepada Allah SWT. Para murid diajak memahami bahwa setiap perjalanan membutuhkan persiapan, kehati-hatian, kebersamaan, serta doa agar seluruh kegiatan diberikan keselamatan dan keberkahan.

Pramuka dan Pendidikan Karakter

Waka Kesiswaan MAN 2 Aceh Utara, Zulfadli, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka tidak semata-mata tentang keterampilan kepramukaan dan kegiatan di alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka merupakan salah satu media pendidikan karakter bagi murid.

Menurutnya, mengawali kegiatan hiking dengan tadarus Al-Qur’an merupakan bentuk integrasi antara pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjadi anggota Pramuka bukan hanya harus kuat secara fisik, terampil dan mandiri, tetapi juga harus memiliki iman, akhlak dan kepedulian. Tadarus sebelum jelajah memberikan pesan bahwa setiap aktivitas harus diawali dengan mengingat Allah SWT,” ungkap Zulfadli.

Ia menambahkan, alam terbuka merupakan laboratorium kehidupan yang sangat baik bagi murid. Di alam, mereka belajar tentang kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menghadapi berbagai situasi.

Dari Al-Qur’an Menuju Alam, Dari Alam Menuju Syukur

Sementara itu, Plt. Kepala MAN 2 Aceh Utara, Sulaiman, M.Pd, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan antara Program LIMIT dan kegiatan Pramuka merupakan contoh pembelajaran yang dapat menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan pengalaman nyata murid.

“Al-Qur’an tidak hanya dibaca di dalam kelas atau di masjid. Nilai-nilainya harus dibawa dalam setiap aktivitas kehidupan, termasuk ketika anak-anak mengikuti kegiatan Pramuka dan menjelajah alam,” ujar Sulaiman.

Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang bermakna kepada murid. Setelah membaca Al-Qur’an, mereka diajak keluar untuk menyaksikan langsung keindahan alam ciptaan Allah SWT.

“Ketika anak membaca Al-Qur’an kemudian melihat gunung, pepohonan, sungai, langit dan seluruh keindahan alam, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa semua itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Dari sini lahir rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan dan karakter yang baik,” tambahnya.

Sulaiman juga menegaskan bahwa MAN 2 Aceh Utara terus berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, akhlak, keterampilan dan pengalaman.
Kegiatan Pramuka Gudep MAN 2 Aceh Utara tersebut akhirnya bukan sekadar sebuah perjalanan menapaki jalur alam. Ia menjadi sebuah perjalanan pembentukan karakter—dimulai dengan ayat-ayat Allah, dilanjutkan dengan kebersamaan, kemudian melangkah menuju alam untuk belajar, bersyukur dan menjaga ciptaan-Nya. Sebab, bagi seorang murid madrasah, menjelajah alam bukan hanya tentang seberapa jauh kaki mampu melangkah, tetapi seberapa dalam hati mampu mengenal kebesaran Allah SWT.

Dari Al-Qur’an kami memulai langkah.
Di alam kami membaca kebesaran-Nya.
Dalam kebersamaan kami belajar.
Dan dengan iman kami melangkah.
Inilah jejak iman Pramuka MAN 2 Aceh Utara di alam terbuka.